“Ingatlah bahwa masing-masing manusia diikuti oleh jin yang dinamakan ‘qorin’. Di tiap-tiap rumah juga ada jin. Begitu juga diluar rumah, dan di berbagai tempat. Mereaka bisa saling bertemu, saling bicara, saling bersepakat untuk menyesatkan manusia"
Ketika para jin telah berhasil mencuri dengar dari langit tentang nasib manusia yang akan ditetapkan oleh Allah, kemudian mereka memberikannya pada dukun seperti ayam berkotek. Maksudnya ketika jin itu menyampaikan satu kalimat yang haq ke telinga si dukun, maka jin atau syetan yang ada di sekeliling orang itu saling bersahutan menirukan ucapan tersebut secara beruntun bergantian. Sehingga semua syetan mengerti ada ucapan haq dari langit yang bisa dijadikan alat untuk menyesatkan manusia.
Dengan satu kalimat yang benar para jin bisa menambah seratus kebohongan atau lebih. Tetapi walaupun bohong, manusia sempat percaya. Begitu bodohnya manusia percaya pada kebohongan-kebohongan yang mereka buat seperti mudahnya anak-anak kecil terpengaruh diberi mainan bola yang disenanginya. Keadaan bangsa jin selalu berusaha mencuri dengan pembicaraan para malaikat di langit dunia itu memang sudah menjadi kegiatan rutinnya.
Diriwayatkan oleh Imam Baihaqqi dari Ibnu Abbas, bahwa tiap-taip kabilah dari bangsa jin itu mempunyai tempat duduk di langit untuk mendengarkan wahyu. Jika ada wahyu, maka terdengarlah suara seperti suara rantai yang berkali-kali jatuh di atas batu halus. Tiap-tiap wahyu turun pada penduduk langit, mereka pasti pingsan. Setelah hilang rasa takut dari hati mereka, mereka bertanya,”Telah berfirman apa Tuhan mu?”
Mereka (malaikat Jibril cs) menjawab,”Alhaqqo wahuwal’aliyyul kabiir.” Kemudian dia berkata,”Pada tahun ini akan ada ini dan itu.” Maka jin mendengarkannya lantas mengavarkan berita itu kepada para dukun. Para dukun mengatakan berita itu kepada manusia bahwa pada tahun ini akan terjai ini dan itu. Maka mereka (para manusia) menemui apa yang diberitakan oleh dukun itu benar terjadi.
Muhammad menjadi Rosul
Ketika Allah mengutus Muhammad menjadi Nabi dan Rosul, bangsa Jin yangbiasa duduk di langit mencuri dengar dari malaikat tentang wahyu itu, lalu mereka diusir dengan bintang Syihab (maka berita dari langit itu pun terhenti).
Lantas orang Arab itu berkata,”Telah mati (rusak) penghuni langit. Maka jadilah orang yang memiliki unta tiap hari menyembelih seekor unta, orang yang memiliki sapi tiap hari menyembelih seekor sapi. Dan orang yang memiliki kambing menyembelih seekor kambing. Mereka berlomba-lomba mengorbankan hartanya karena kematian penghuni langit tersebut.”
Ketika itu berkatalah orang Tsagif (orang Arab yang paling cerdas), “Wahai manusia tahanlah harta bendamu. Sesungguhnya tidak mati orang-orang yang ada di langit. Seseungguhnya semua ini tidak berlebaran. Bukankah kamu melihat bahwa bintang-bintang, matahari, bulan, malam dan siang masih tetap seperti biasanya???”
Ibnu Abbas mengatakan bahwa Iblis telah memerintahkan kepada syetan,”Hari ini di dalam bumi pasti ada kejadian, maka datangkanlah kepadaku debu dari tiap-tiap bumi.”
Maka syetan-syetan itu menyebar ke seluruh penjuru bumi untuk mengambil debu dari masing-masing belahan bumi lantas memberikannya kepada Iblis. Iblis pun mencium masing-masing debu tersebut. Ketika ia mencium debu dari Makkah maka ia berkata,”Dari sinilah kejadian itu.” Maka syetan-syetan pun diam. Memang Rosulullah saw telah dibangkitkan (sebagai Rosul).
Dalam riwayat lain disebutkan, Ibnu Abbas berkata,”Rosulullah tidak membacakan Qur’an kepada Jin dan beliau tidak melihat mereka. Beliau bersama sebagian sahabat-sahabatnya sedang bepergian ke pasar Ukadz. Waktu itu antara syetan-syetan dan kabar dari langit sedang terhalangi dan mereka ketika naik ke langit diserang secara gencar oleh kobaran bintang Syihab. Maka syetan-syetan kembali kepada kaum. Mereka berkata,”Ada apa kalian?”
Syetan-syetan menjawab,”Telah dihalang-halangi antara kami dan antara kabar dari langit, dan dikirim kepada kami bintang-bintang Syihab.”
Mereka berkata,’Itu semua bisa terjadi pasti adanya satu kejadian. Pergilah kalian semua ke bumi sabelah timur dan bumi sebelah barat. Lantas lihatlah apa yang menghalang-halangi antara kita dan antara kabar dari langit.”
Maka syetan-syetan itu berangkat ke bumi sebelah timur dan barat. Maka lewatlah serombongan Jin yang menuju ke arah tamah Tihamah. Sedangkan Nabi berada di sebuah tempat, yaitu Badnunahlah, menuju ke pasar Ukadz. Waktu itu beliau beserta sahabat sedang melaksanakan shalat subuh. Ketika mereka mendengar Qur’an (yang dibaca Nabi), mereka mendengarkannya dan berkata,”Wahai kaumku, sesungguhnya kami telah mendengar Al Qur’an yang menakjubkan, menunjukkan pada kebenaran. Maka kami mengimaninya dan kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami dengan seorang pun.”
Maka Allah menurunkan dalil surat Jin ayat 1 yang artinya :
“Katakanlah Muhammad, telah diwahyukan kepadaku (bahwa) sesungguhnya telah mendengar serombongan dari jin….” al ayah.
Ibnu abbas berkata,bahwa ucapan Jin kepada kaumnya adalah,”Ketika mereka (sahabat) melihat Nabi shalat dan sahabat-sahabatnya shalat dengan shalatnya Nabi, dan mereka sujud dengan sujudnya Nabi.”
Ibnu Abbas,”Mereka (jin) heran denga ketaatan para sahabat kepada Nabi. Maka mereka (Jin) berkata kepada kaumnya,”Ketika berdiri seorang hamba Allah (Nabi Muhammad) beribadah kepada-Nya, hamper mereka berkumpul berdesakan atasnya.”
HIKMAH
1.dukun adalah orang yang mengaku bisa mengetahui barang yang ghoib. Mengaku bisa mengetahui tempat barang yang hilang, bisa mengetahui barang yang dicuri orang, bisa mengetahui peristiwa-peristiwa di masa mendatang dan lain sebagainya.
2.Cara untuk mengetahuinya adalah :
a.membuat pendahuluan-pendahuluan atau sebab-sebab yang dengannya bisa diambil petunjuk untuk mengetahui suatu perkara atau menggunakan ilmu meramal burung, meramal garis-garis dan menggunakan ilmu nujum.
b. diberitahu oleh Jin yang telah mendengar berita yang dicuri oleh teman bangsa Jin dari langit. Dan dicampuri dengan lebih dari seratus kebohongan. Atau Jin Qorin si dukun yang diberi tahu sesuatu oleh Jin qorinnya orang yang dating ke dukun dibantu oleh jin-jin lain yang bertebaranb dimana-mana. Dengan satu tujuan, yaitu menyesatkan manusia.
3.Jin yang dulunya selalu aktif mencuri dengar tentang kalimat haq yang dibicarakan oleh para malaikat di langit, sejak di utusnya Rosulullah saw, benar-benar dimusuhi oleh Allah. Allah mengirim bintang-bintang Syihab untuk membakar siapa saja dari jin-jin yang mendengar kalimat haq tersebut. Maka dari itu, setelah itu jin hanya bisa mendapatkan dengan menyambar secara cepat.
4.Adanya Iblis mengutus jin-jin dan syetan-syetan unutuk mencari sebab terjadinya peristiwa, mereka diserang dari segala penjuru dengan bintang Syihab yang membakar, menunjukkan bahwa iblis dan syetan juga tidak mengerti barang-barang yang ghoib. Sama dengan manusia.
5.Oleh karena itu rosulullah saw menganggap bahwa dukun itu bukan makhluk yang istimewa, dukun bukan sesuatu yang dianggap pol. Dukun itu bukan apa-apa, hanyalah manusia yang diperalat oleh syetan. Dukun hanyalah bahan permainan iblis dan syetan. Oleh karena itu rosulullah mengharamkan seseorang untuk bertanya sesuatu pada dukun.
Setelah kita mengerti pandangan rosulullah saw, terhadap dukun, selaku orang beriman kita wajib ridho menerima hokum rosulullah saw dan berusaha mematuhinya agar selamat dunia dan akhirat.
good info....
BalasHapusmakasih...
BalasHapus